ARSITEKTUR ISTN

WEB MASYARAKAT ARSITEKTUR ISTN

>> Masyarakat Arsitektur ISTN di YahooGroups
Click to join ISTN-ARCH
 
 

>> Masyarakat Arsitektur ISTN di Facebook
Click to join ISTN-ARCH

Click to join ArsitekturKita ISTN



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Google! Live! Facebook! Yahoo! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.

Kotak Suara



Untuk isi komentar, anda harus login dulu

Random Galeri

tanjung duren.jpg

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Statistik

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday25
mod_vvisit_counterYesterday30
mod_vvisit_counterThis week70
mod_vvisit_counterThis month253
mod_vvisit_counterAll70771

YM Redaksi

muhipro
cyberafee
byehoney
dehartawan
ryan_tono
erieka_roos

Poling Kita

Apa Pendapat Anda tentang Rencana Pembentukan Ikatan Alumni Arsitektur ISTN?
 

Feed RSS


Modifieded by:
SiteGround web hosting muhipro!
Mau Jadi Arsitek yg Baik? PDF Print E-mail
Written by afee   
Friday, 01 August 2008

Ini adalah tulisan dari salah satu arsitek yang baik Pak Sonny Sutanto, mungkin bisa kita jadikan masukan yang berarti dalam membangun karir untuk menjadi arsitek yang baik..

(telah di posting di milist forum AMI) 

membangun karir sebagai arsitek:

1. Sebagai arsitek, saya selalu berusaha untuk memihak proyek dan tujuan
proyek. Bukan klien ataupun reputasi pribadi. Tunjukkan ini, biasanya klien
bisa melihat bahwa usulan2 yang kita ajukan adalah untuk kebaikan proyek
tsb. Soal selera dan kehendak2 pribadi menjadi sekunder. Arsitektur dan
profesi arsitek adalah profesi yang berbeda dengan seorang seniman. Apa yang
kita buat, langsung berakibat, bukan hanya pada pemberi tugas, tetapi pada
tempat karya kita hadir, pada rentang waktu yang panjaaaaang.

 

2. Seringkali “kesalahan” kita adalah pemaksaan kehendak tanpa dasar.
Sehingga yang terjadi tidak lebih dari debat kusir soal selera. klien maunya
A, arsitek maunya O. Itu soal “Want” kata Papanek, bukan soal “Need”.

 

3. Jangan mengerjakan tugas dengan vested macam2. Tuntut hak secara wajar,
baik imbalan Fee dan pengakuan. Dan hargai rekan sejawat. Saya sangat sengit
melihat betapa banyak kantor2 arsitek (kelas Star), dan “Star Architects”,
tidak memberi pengakuan wajar atas kerjasama sejawat dalam tim. Terutama
dalam penerbitan2. Sebaliknya ada juga pribadi2 yang mengklaim karya atas
nama pribadi, padahal dikerjakan dalam biro2.

 

4. Bangunlah tim yang solid. Mengajar di kampus merupakan pintu untuk
mengintip kemampuan para junior. Berkeliling dari kampus ke kampus, adalah
kesempatan membandingkan kekuatan setiap kampus. Ini memberi pandangan, tipe
apa yang dibutuhkan pada kesempatan apa. Rekrutmen adalah urusan jangka
panjang. Anda menanam benih, kekompakan dibina bersama, lewat proses
“nyantrik” bersama. Minimal butuh 3 tahun untuk membentuknya. Mengajar juga
memberi kesempatan berhubungan dengan bermacam karakter, kesempatan baik
untuk mengasah kemampuan berkomunikasi. Setahun, saya ketemu 200an orang2
baru untuk pertama kali. Saya menjadi memiliki ketajaman untuk menilai
karakter, walalupun tetap ada melesetnya.

 

5. Partnership adalah hal yang tidak mudah, kecuali anda punya jiwa besar,
saling tenggang, dan partner anda memilik kekuatan dan interes yang berbeda.
Angka 3 (lihat HOK, SOM, DCM-Australia, KPF) adalah jumlah yang kurang lebih tepat. coba baca cerita ttg mereka, anda akan temukan hal itu.

 

6. Komunikasi dengan klien, dibangun atas dasar penghargaan. Bukan soal mau
didikte atau tidak, tapi lebih tentang apa yang ingin dicapai oleh sebuah
“keinginan”. Jika klien saya meminta saya merubah sesuatu, saya selalu tanya
dia…mas, mbak, pak. bu….. tujuan akhir permintaan anda apa sih..? Jangan
cepat2 mengiyakan atau menolak. Konsep itu penting, utama. Konsep itu yang membedakan
sebuah karya punya kandung inovasi, desain, atau sekedar karya
enjinering…!.
Pinter ngomong bukan konsep !
Kenali klien anda, dimana “soft and hard spot” nya. Jangan tekan titik yang
salah, bisa berakibat fatal. Nyatakan usulan dengan integritas dan otoritas
yang tidak memaksa. Seperti dokter, anda tawarkan obat, dan alternatif2
obat-pengobatan lainnya. Jika ditolak, yang rugi kan klien. Dokter top saja
sering menemui klien bandel…!

 

7. Jangan takut gagal, jangan mudah patah arang. Baca sejarah hidup para
arsitek “besar” dunia. Rata2 hanya 20% karyanya yang bisa dimasukkan kedalam
hitungan masterpieces. Tentu ada beberapa anomali. Dan semua pernah
gagal…!

 

8. Tentu ada klien2 yang cuma cari tukang gambar. Pada level “survival”,
dimana ada kebutuhan ekonomi, pengetahuan dan kemampuan dan portfolio masih
terbatas. Jalankan saja, pakai kesempatan belajar jadi drafter yang baik.
Kesempatan akan datang lewat proyek2 yang berhasil diselesaikan. Semua
arsitek harus mampu me-draft dengan baik untuk menguasai masalah2 arsitektur
secara holistik.
Pada level anda sudah memiliki posisi tawar dan kesibukan yang luar biasa.
Ambil pilihan.

 

9. hati2 dengan publikasi yang terlalu dini. Itu akan menjadi “cap” untuk
anda2 semua. jangan terlalu cepat ingin dikenal. Berusahalah mematangkan
diri. Beri waktu, minimal 10 tahun, baru muncul. Sementara, asah terus
pikiran, perasaan,kemampuan dan emosi. Belajar adalah soal seumur hidup.

 

10. Tunjukkan diri lewat pemikiran2. Sering2 menulis di media2. hadir di
pembekalan pembelajaran berkelanjutan. Baik IAI, AMI, di kampus2, pameran2
dlsb.
Asah kesadaran anda sebagai sebuah pribadi yang unik, berada dalam kultur,
waktu dan tempat yan
g specifik, dalam pergaulan budaya international yang
terbuka. Tempatkan diri secara tepat dengan mengenal kekuatan, kelemahan dan
interest pribadi. Jangan lupa menempatkan semua di bawah kesadaran, bahwa
kita adalah mahluk ciptaanNya, yang diberi kesempatan dan hak untuk berada
di muka bumi bersama dengan berbagai tipe manusia mahluk dan alam tempat
kita berada.

 

11. Anda akan dikenal lebih karena karya2 dan pemikiran arsitektural anda.
Tidak perlu sibuk2 mencari popularitas di tempat lain, kalau ingin dikenal
sebagai arsitek. Berkaryalah. Bangun citra sebagai penjunjung etos kerja
yang baik. Tiru guru2 yang meneladani hal itu. Jangan dendam pada orang2
yang telah”melukai” anda, baik para rekan, guru sadis dlsb. Mereka bisa anda
jadikan contoh untuk tidak diteladani.
Ada buku bagus, Robert Fulghum “All I need to know, I have already learned
in the kindergarten” silahkan baca.

 

 

Selamat membangun karier.
Sonny Sutanto



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Google! Live! Facebook! Yahoo! Free Joomla PHP extensions, software, information and tutorials.
Comments
Search
Only registered users can write comments!

3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Saturday, 02 August 2008 )
 
< Prev   Next >